4 Pemain Chelsea Yang Meningkat Dibawah Maurizio Sarri

Chelsea memutuskan untuk mengangkat Maurizio Sarri sebagai manajer pada musim panas. Langkah tersebut ternyata membuahkan hasil yang sangat luar biasa.

The Blues sampai sejauh ini belum terkalahkan di Premier League dan duduk di urutan kedua klasemen. Mereka hanya terpaut dua poin dari pimpinan klasemen Manchester City dan punya kans yang besar untuk menjuarai liga.

Sarri menerapkan filosofi ‘Sarri Ball’ dan hal itu berdampak luar biasa pada para pemain Chelsea. Mereka yang sebelumnya meredup di bawah asuhan Antonio Conte seakan menemukan kehidupan baru bersama mantan pelatih Napoli tersebut.

Beberapa pemain mendapatkan kembali kepercayaan diri mereka dan performa mereka meningkat di bawah Sarri. Siapa saja mereka? Berikut ini daftarnya seperti dilansir Sportskeeda.

Alvaro Morata didatangkan Chelsea untuk menjadi juru gedor utama mereka. Namun,mantan pemain Real Madrid itu melempem di Premeir League dan kesulitan menyesuaikan gaya permainan mereka.

Musim lalu,Morata hanya mencetak 11 gol di Premier League dan membuat enam assist. Sekarang, pemain asal Spanyol itu sudah mencetak lima gol, satu gol lebih banyak dari bomber Manchester United Romelu Lukaku.

Hal itu karena dampak Maurizio Sarri di klub dan sang pelatih masih belum menyerang dengan pemain Spanyol tersebut. Morata bisa bangkit karena sang pemain mendapat suplai bola yang bagus akibat dari gaya permainan Sarri.

Asisten Pelatih Arema Anggap Perkelahian di Latihan Itu Biasa

Asisten pelatih Arema, Kuncoro, melihat insiden itu menandakan sebuah keseriusan dan kengototan khas pemain bola. Bahkan di eranya, saat masih jadi pemain Arema (tahun 90-an), dia sering bertengkar dalam latihan. Apalagi semasa bermain, Kuncoro dikenal sebagai pemain yang temperamental.

Dulu saya pernah bertengkar dengan pelatih. Sesama pemain juga sering. Seperti Mecky Tata dan yang lain. Wajar bagi saya. Pemain pasti punya emosi, tidak mau kalah dalam latihan maupun pertandingan. Bahkan zaman saya lebih parah kalau berkelahi. Pernah sampai saya bawa senjata dulu. Tapi, kalau sudah selesai ya segera berdamai seperti keluarga lagi,” ungkap Kuncoro.

Saat ini Dalmiansyah dan Alfin sudah berdamai. Keduanya langsung berpelukan di pengujung latihan sehingga suasana tim tim Arema sudah kembali normal.

Memang harusnya seperti ini. Setelah masalah selesai, ya sudah normal kembali. Saya kadang suka dengan pemain yang masih punya emosi. Jika bisa mengelola dengan baik, pasti pemain itu punya karakter ngotot dalam lapangan,” jelasnya.

Itulah mengapa, saat ada Dalmiansyah bersitegang dengan Alfin dalam latihan, Kuncoro tampak santai. Apalagi kedua pemain itu memang masih muda dan masing-masing punya emosi cukup tinggi.

Bukannya saya ini mendukung ada pemain yang berkelahi atau bermasalah. Tapi, bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut. Memang latihan hari ini situasi cuacanya juga agak panas. Mungkin pemain merasa agak lelah jadi mudah emosi,” imbuh Kuncoro.

Asisten pelatih Arema berusia 47 tahun ini merasa insiden tersebut tidak perlu dibesar-besarkan lantaran sudah jadi hal yang biasa terjadi perselisihan seperti itu dalam sepak bola.